Minimarket sebagai ATM Darurat

Keberadaan ATM (Automated Teller Machine) sudah menjadi bagian dari kebutuhan kita sehari-hari. Sayangnya, saat ini ketersediaan jaringan ATM sepertinya belum bisa memenuhi kebutuhan dalam hal penarikan uang tunai secara praktis.

Di kota-kota yang jaringan ATM-nya sudah luas sekalipun, masih sering kita alami antrian panjang pada fasilitas ATM bank-bank tertentu; terutama pada bank dengan jumlah nasabah terbanyak di Indonesia seperti Bank Mandiri dan BCA. Lain halnya dengan kondisi di daerah atau kota kecil yang traffic pengguna ATM-nya cenderung lebih sedikit tapi dengan konsekuensi ketersediaan jaringan ATM-nya yang masih minim.

Hal ini tentu saja menjadikan fasilitas penarikan uang lewat ATM menjadi tidak praktis lagi, karena menyita waktu, tenaga dan bahkan biaya (transportasi). Kalau sedang luang, mengantri selama 30 atau 45 menit mungkin tidak terlalu jadi soal, tapi kalau sedang buru-buru tentu bisa sangat menjengkelkan.

Salah satu solusi untuk menyiasati masalah di atas adalah memanfaatkan fasilitas “tarik tunai” atau sering disebut juga cashback via minimarket. Di minimarket-minimarket yang lokasinya tersebar dimana-mana, tersedia fasilitas penarikan dana tunai dengan memanfaatkan kartu debit yang biasanya merangkap sebagai kartu ATM. Fasilitas ini merupakan salah satu dari bisnis pelayanan bank yang bekerjasama dengan jaringan minimarket.

Memang fasilitas ini ada syaratnya, tidak bisa serta-merta kita mengambil uang seperti di ATM. Kita diharuskan berbelanja (dengan jumlah minimum tertentu) terlebih dahulu sebelum bisa menarik dana tunai, tapi jumlah minimum pembelanjaan ini relatif tidak terlalu besar. Sejauh yang pernah saya coba (menggunakan kartu debit BCA di minimarket Alfamart dan Indomaret), minimum jumlah pembelanjaan di kisaran Rp 20.000 sampai Rp 30.000. Jumlah minimum pembelanjaan bisa saja bervariasi tiap minimarket, bahkan bisa berbeda per lokasi pada minimarket yang sama.

Untuk dana tunai yang bisa kita tarik biasanya kelipatan Rp 50.000 atau Rp 100.000, dengan batas maksimal tergantung kebijakan dari minimarket tersebut. Dari pengalaman saya (wilayah Bandung dan sekitarnya), batas maksimal pengambilan dana tunai semua sama yaitu Rp 500.000. Untuk wilayah lain mungkin saja bisa berbeda, sebaiknya ditanyakan langsung ke minimarket yang bersangkutan. Untuk kebutuhan penarikan dana tunai yang jumlahnya di atas batas maksimal bisa disiasati dengan melakukan “tarik tunai” di beberapa minimarket, karena biasanya jaringan minimarket tertentu selalu berdekatan dengan kompetitornya (contohnya Alfamart dan Indomaret). Sekedar tambahan informasi, layanan ini GRATIS alias tidak dikenakan potongan biaya apapun, detailnya bisa dilihat pada struk pembelanjaan.

Pengambilan uang Tunai BCA umumnya berkelipatan Rp 50.000 atau Rp.100.000 dan maksimal tergantung ketersediaan uang atau ketentuan masing-masing merchant. Batas pengambilan per kartu per hari tergabung dengan fasilitas Debit BCA.
– Sumber : Website Bank BCA

Satu lagi keuntungan yang saya rasakan dari fasilitas “tarik tunai” ini yaitu saya belum pernah mengalami kejadian minimarket yang kehabisan stok dana tunai, berbeda dengan penarikan via ATM yang terkadang “Out of Order” karena stok uang pada mesin ATM habis.

Kalau sedang terburu-buru untuk mengambil uang tunai dan tidak mau lama-lama antri di ATM, fasilitas penarikan dana tunai di minimarket ini bisa dicoba sebagai alternatif. Keberadaan minimarket yang semakin menjamur bisa kita manfaatkan sebagai ATM darurat. 😀


Respons

Ada 4 respons untuk “Minimarket sebagai ATM Darurat”.

  1. Ada biaya nggak untuk cashback ini?

    1. Dari pengalaman saya sih, fasilitas cashback ini ngga dikenakan biaya apapun. Bisa dicek di struk pembelanjaan.

  2. Miya Hinata

    saldo ATM Mandiri saya kan 137.000
    terus katanya klo blanja.. mandiri minimal saldo itu 100.000

    kira2 bisa engga ya saya blanja pake Debit

    1. Saya rasa sih bisa, berarti yang bisa dibelanjakan di minimarket hanya yang Rp 37.000.

Beri Respons